Selasa, 09 Januari 2018

Obat gastritis atau maag dan pencegahannya serta fungsi lain yang didaptakan darinya

Obat gastritis atau maag dan fungsi lainnya yang belum diketahui oleh khalayak umum.
Pasti kita semua sudah kenal dengan namanya maag yang biasa disebut dengan gastritis. Penyakit ini termasuk penyakit simtomatis yaitu penyakit yang hanya berupa gejala saja. Hal ini dapat terjadi karena sekresi atau produksi asam lambung yang berlebihan. Apabila hal ini berkelanjutan maka akan menyebabkan tukak lambung atau biasa yang disebut luka pada lambung. Dan dapat menguritasi bahkan melubangi lambung. Jika sudah terjadi pada tahap ini cara mengatasinya adalah dengan cara operasi.

1. Antasida
Obat ini bekerja dengan cara menetralkan asam lambung. Kandungan dari antasida biasanya alumunium hidroksida dan magnesium hidroksida yang bersifat basa. Sehingga asam lambung yang bersifat asam menjadi netral karena diberikan basa. Contoh obat golongan ini adalah promaag, milanta, antasida.
2. Penghambat reseptor h2
Obat golongan antihistamin ini bekerja dengan cara mencegah proses sekresi atau produksi asam lambung. Namum obat golongan ini sebaiknya diminum sesudah makan. Karena apabila asam lambung sudah berlebihan maka tidak akan berfungsi secara optimal. Contoh obat ini simetidin, ranitidin, famotidin.
3. Penghambat pompa proton
Obat golongan ini juga memiliki cara kerja seperti golongan reseptor h2 yaitu dengan mencegah sekresi asam lambung pada sel sel pariental. Contoh obat ini adalah omeprazol, lansoprazol.
4. Obat antimuskarinik selektif
Dalam dosis rendah, dapat menghambat sekresi asam lambung sehingga banyak digunakan dalam pengobatan tukak lambung. Contoh obat golongan ini adalah pirenzepin
5. Kelaton dan senyawa kompleks
Obat golongan ini akan membentuk senyawa kompleks yang memiliki fungsi melindungi tukak lambung sehingga tidak terkena asam lambung. Contoh obat golongan ini adalah sukralfat.
6. Obat analog prostaglandin
Obat ini berfungsi mencegah sekresi asam lambung. Contoh obat golongan ini adalah misoprostol.

Walaupun obat tersebut adalah obat untuk penyakit maag namun selain itu juga bisa digunakan untuk pencegahan efek samping obat terapi kanker. Seperti ranitidin yang mampu mencegah efek mual pada terapi kanker, namun ranitidin yang digunakan dalam bentuk sediaan injeksi bukan tablet sehingga lebih cepat diproses oleh tubuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar