Hai guys
Siapa sih yang nggak mau kerja cuma ngetik, dapet uang jutaan perhari??
Cara ini sangat mudah untuk kalian para pemula supaya dapat uang dengan mudah hanya dengan memanfaatkan handphone dan kuota saja. Bukankah dijaman sekarang ini hp dan kuota sudah lumrah dimiliki oleh khalayak umum. Dari anak anak sampai orang tua pun punya hp android. Hal ini akan lebih mempermudah anda dalam mendapatkan uang.
Caranya adalah dengan menjadi seorang blogger. Hanya kerja menulis maka anda akan mendapatkan berjuta juta bahkan miliaran, atau trilliunan dalam sebulan. Jangan takut caranya sangat mudah hanya mendaftar ke blogger menggunakan gmail anda. Anda sudah bisa menjadi seorang bloger dan mengembangkan blog anda. Dan jangan takut tidak dibayar karna anda akan dibayar oleh google. Sebelumnya anda harus mendaftar ke google adword barulah anda akan mendapat bayaran sesuai ketentuan dari google.
Oke sekian infonya terimakasih 😚
Selasa, 16 Januari 2018
Kamis, 11 Januari 2018
Antibiotik
Antibiotik
Antibiotik adalah zat kimia yang dihasilkan oleh jamur dan bakteri yang mempunyai aktivitas membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri. Berikut adalah golongan antibiotik :
1. Penisilin
Diperoleh dari jamur pennicillium chrysogenum. Merupakan antibiotik beta laktam karena strukturnya memiliki cincin beta laktam. Jika cincin beta laktam rusak, maka khasiatny akan hilang, dan menjadi tidak efektif lagi. Berikut adalah antibiotik golongan penisilin :
A. Penisilin G
B. Penisilin V
C. Kloksasilin
D. Dikloksasilin
E. Ampisilin
F. Amoksisilin
G. Amoksisilin + asam klavulanat
H. Ampisilin + sulbactam
2. Sefalosporin
Antibiiiiiotik ini diperoleh dari jamur cephalosporium acremonium, dan memiliki cincin beta laktam. Berikut antibiotik yang termasuk dalam sefalosporin beserta generasinya :
I. Generasi pertama
A. Cefazolin
B. Cephalexin
C. Cefadroxil
II. Generasi kedua
A. Cefaclor
B. Cefamandol
III. Generasi ketiga
A. Cefataxim
B. Ceftazidim
C. Ceftriaxon
D. Cefoperazon
E. Cefixim
IV. Generasi keempat
A. Cefepim
B. Cefpirom
3. Aminoglikosida
Termasuk antibiotik berspektrum luas, dan memiliki efek samping ototoksik dan nefrotoksik. Berikut obat golongan ini :
A. Gentamisin sulfat
B. Kanamisin sulfat
C. Amikasin sulfat
D. Neomisin sulfat
E. Tobramisin sulfat
Netilmisin sulfat
4. Tetrasiklin
Membentuk ikatan komplek dengan kalsium, magnesium, dan logam lainnya. Ikatan tersebut bersifat sukarlarut dalam saluran cerna sehingga tidak dapat diadsorbsi, sehingga pemberiannyaridak boleh bersamaan dengan susu, antasid, dan makanan yang mengandung banyak logam. Dan efek sampingnya adalah mengikat kalsium dan fosfatyang terdapat ditulang dan gigi, ikatan tersebut menimbulkan pewarnaan dan gangguan pertumbuhan, sehingga tidak dikontaindikasikan untuk bayi, anak anak, dan ibu hamil.
A. Tetrasiklin
B. Oksitetrasiklin
C. Doksisiklin
5. Makrolida
Antibiotik jenis ini mudah diabsorpsi jika diberikan secara oral atau diminum, namun penyerapannya dipengaruhi makanan.
A. Eritromisin
B. Roxitromisin
C. Azitomisin
D. Klaritromisin
E. Spiramisin
6. Kloramfenikol
Memiliki spektrum luas sehingga menimbulkan efek samping yang banyak misalnya depresi sumsum tulang belakang sehingga menyebabkan anemia, menimbulkan blue baby sindrome, dan terjadinya gangguan metabolisme, distensi, mual, sianosis, dan gangguan pernapasan.
A. Kloramfenikol
B. Tiamfenikol
7. Kuinolon
Obat ini bekerja dengan cara menghambat pembentukan DNA bakteri. Apabila terjadi iritasi atau nyeri ketika pemakaian obat tedon maka harus dihentikan sampai gejalanya halang.
A. Ofloxacin
B. Ciprofloxacin HCL
C. Levofloxacin
D. Pefloxacin
E. Gatifloxcin
F. Spartmfloxacin
Antibiotik adalah zat kimia yang dihasilkan oleh jamur dan bakteri yang mempunyai aktivitas membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri. Berikut adalah golongan antibiotik :
1. Penisilin
Diperoleh dari jamur pennicillium chrysogenum. Merupakan antibiotik beta laktam karena strukturnya memiliki cincin beta laktam. Jika cincin beta laktam rusak, maka khasiatny akan hilang, dan menjadi tidak efektif lagi. Berikut adalah antibiotik golongan penisilin :
A. Penisilin G
B. Penisilin V
C. Kloksasilin
D. Dikloksasilin
E. Ampisilin
F. Amoksisilin
G. Amoksisilin + asam klavulanat
H. Ampisilin + sulbactam
2. Sefalosporin
Antibiiiiiotik ini diperoleh dari jamur cephalosporium acremonium, dan memiliki cincin beta laktam. Berikut antibiotik yang termasuk dalam sefalosporin beserta generasinya :
I. Generasi pertama
A. Cefazolin
B. Cephalexin
C. Cefadroxil
II. Generasi kedua
A. Cefaclor
B. Cefamandol
III. Generasi ketiga
A. Cefataxim
B. Ceftazidim
C. Ceftriaxon
D. Cefoperazon
E. Cefixim
IV. Generasi keempat
A. Cefepim
B. Cefpirom
3. Aminoglikosida
Termasuk antibiotik berspektrum luas, dan memiliki efek samping ototoksik dan nefrotoksik. Berikut obat golongan ini :
A. Gentamisin sulfat
B. Kanamisin sulfat
C. Amikasin sulfat
D. Neomisin sulfat
E. Tobramisin sulfat
Netilmisin sulfat
4. Tetrasiklin
Membentuk ikatan komplek dengan kalsium, magnesium, dan logam lainnya. Ikatan tersebut bersifat sukarlarut dalam saluran cerna sehingga tidak dapat diadsorbsi, sehingga pemberiannyaridak boleh bersamaan dengan susu, antasid, dan makanan yang mengandung banyak logam. Dan efek sampingnya adalah mengikat kalsium dan fosfatyang terdapat ditulang dan gigi, ikatan tersebut menimbulkan pewarnaan dan gangguan pertumbuhan, sehingga tidak dikontaindikasikan untuk bayi, anak anak, dan ibu hamil.
A. Tetrasiklin
B. Oksitetrasiklin
C. Doksisiklin
5. Makrolida
Antibiotik jenis ini mudah diabsorpsi jika diberikan secara oral atau diminum, namun penyerapannya dipengaruhi makanan.
A. Eritromisin
B. Roxitromisin
C. Azitomisin
D. Klaritromisin
E. Spiramisin
6. Kloramfenikol
Memiliki spektrum luas sehingga menimbulkan efek samping yang banyak misalnya depresi sumsum tulang belakang sehingga menyebabkan anemia, menimbulkan blue baby sindrome, dan terjadinya gangguan metabolisme, distensi, mual, sianosis, dan gangguan pernapasan.
A. Kloramfenikol
B. Tiamfenikol
7. Kuinolon
Obat ini bekerja dengan cara menghambat pembentukan DNA bakteri. Apabila terjadi iritasi atau nyeri ketika pemakaian obat tedon maka harus dihentikan sampai gejalanya halang.
A. Ofloxacin
B. Ciprofloxacin HCL
C. Levofloxacin
D. Pefloxacin
E. Gatifloxcin
F. Spartmfloxacin
Rabu, 10 Januari 2018
Macam macam suntikan
Pasti anda sudah tidak asing lagi kan mendengar kata suntikan. Karena hal ini memanh sudah wajar terjadi bila anda periksa ke dokter, puskesmas, rumah sakit, ataupun klinik klinik lainnya.
Berikut adalah macam macan suntikan:
1. Subkutan/hipodermal (s.c)
Penyuntikannya dibawah kulit dan menggunakan jarum berukuran 1,5 cm serta hanya digunakan untuk obat yang tidak merangsang dan larut, baik dalam air atau minyak. Namun efeknya akan lebih lama dibandingkan dengan i.m atau i.v, tapi juga mudah digunakan sendiri, seperti suntikan insulin.
2. Intramuskular (i.m)
Penyuntikan dilakukan dalam otot, adsorbsi obat berlangsung 10-30 menit untuk memperpanjang kerja obat, sering digunakan larutan atau suspensi didalam minyak. Biasanya disuntikkan di pantat dan lengan atas.
3. Intravena (i.v)
Penyuntikan dilakukan didalam pembuluh darah, efeknya paling cepat sekitar 18 detik, karena langsung dimasukkan kedalam aliran darah sehingga mengakibatkan reaksi hebat, seperti tekanan darah yang menurun secara dadakan. Infus intravena sering dilakukan dalam keadaan darurat di rumah sakit atau obat yang metabolisme atau sekresinya cepat guna mencapai kadar plasma tetap tinggi. Bahaya trombosit terjadi bila infus dilakukan terlalu sering pada satu tempat.
4. Intaarteri (i.a)
Penyuntikan kedalam pembuluh nadi dilakukan untuk membanjiri suatu organ, seperti penderita kanker hati.
5. Intracutan (i.c)
Penyuntikan dilakukan didalam kulit, adsorbsi sangat perlahan, misalnya tes tuberkulin dari mantauox.
6. Intalumbal
Penyuntikan dilakukan didalam ruas tulang belakan (sumsum tulang belakang), misalnya anestetik umum.
7. Intraperitonial
Penyuntikan didalam ruang selaput (rongga) perut.
8. Intrakardiak
Penyuntikan dilakukan didalam jantung
9. Intraleural
Penyuntika kedalam rongga pleura atau paru paru.
10. Intaartikuler
Penyuntikan kedalam celah celah sendi.
Berikut adalah macam macan suntikan:
1. Subkutan/hipodermal (s.c)
Penyuntikannya dibawah kulit dan menggunakan jarum berukuran 1,5 cm serta hanya digunakan untuk obat yang tidak merangsang dan larut, baik dalam air atau minyak. Namun efeknya akan lebih lama dibandingkan dengan i.m atau i.v, tapi juga mudah digunakan sendiri, seperti suntikan insulin.
2. Intramuskular (i.m)
Penyuntikan dilakukan dalam otot, adsorbsi obat berlangsung 10-30 menit untuk memperpanjang kerja obat, sering digunakan larutan atau suspensi didalam minyak. Biasanya disuntikkan di pantat dan lengan atas.
3. Intravena (i.v)
Penyuntikan dilakukan didalam pembuluh darah, efeknya paling cepat sekitar 18 detik, karena langsung dimasukkan kedalam aliran darah sehingga mengakibatkan reaksi hebat, seperti tekanan darah yang menurun secara dadakan. Infus intravena sering dilakukan dalam keadaan darurat di rumah sakit atau obat yang metabolisme atau sekresinya cepat guna mencapai kadar plasma tetap tinggi. Bahaya trombosit terjadi bila infus dilakukan terlalu sering pada satu tempat.
4. Intaarteri (i.a)
Penyuntikan kedalam pembuluh nadi dilakukan untuk membanjiri suatu organ, seperti penderita kanker hati.
5. Intracutan (i.c)
Penyuntikan dilakukan didalam kulit, adsorbsi sangat perlahan, misalnya tes tuberkulin dari mantauox.
6. Intalumbal
Penyuntikan dilakukan didalam ruas tulang belakan (sumsum tulang belakang), misalnya anestetik umum.
7. Intraperitonial
Penyuntikan didalam ruang selaput (rongga) perut.
8. Intrakardiak
Penyuntikan dilakukan didalam jantung
9. Intraleural
Penyuntika kedalam rongga pleura atau paru paru.
10. Intaartikuler
Penyuntikan kedalam celah celah sendi.
Cara pemberian obat
Cara pemberian obat
Pemberian obat tidak hanya melalui mulut atau oral saja, namun terdapat beberapa cara lainnya yang bisa digunakan dalam pemberian obat kepada pasien.
1. Efek sistemik
A. Oral
- Pemberian melalui mulut
- Pemakaian mudah, aman, lazim, dan praktis
- Tidak dapat diterapkan pada obat yang rusak akibat asam lambung (aminofillin)
- Terjadi inaktivasi oleh hati sebelum disebarkan ke seluruh tubuh
- Untuk efek lokal pada usus
- Pemberian antibiotik untuk sterilisasi lambung yang setelah oprasi.
B. Oromukosal
Cara pemberian obat ini melalui mukosa mulut, ada 2 cara yaitu
a. Sublingual
- Obat diletakkan dibawah lidah
- Absorbsi di selaput lendir ke vena lidah
- Obat langsung masuk keperedaran darah tanpa melalui hati
- Efek yang diingankan lebih cepat tercapai
- Namun jika digunakan terlalu sering dapat merangsang selaput lendir mulut
- Bentuk tablet kecil, contohnya tablet isosorbid
b. Bucal
- Obat diletakkan diantara pipi dan gusi
C. Injeksi
Pemberian obat secara parenteral melalui kulit ataupun selaput lendir. Fungsi injeksi :
-Memberikan efek obat dengan cepat
-Obat yang dapat rusak karena asam lambung seperti insulin
-Diberikan pada pasien yang tidak sadar atau tidak mau bekerja sama
D. Implan
Obat berbentuk pellet steril yang dimasukkan dibawah kulit dengan alat trocar seperti obat hormon kelamin. Akibat adsorbsi yang lambat, setiap pelet dapat melepaskan bahan obat selama 3-4 bulan
E. Rektal
Pemberian rektal melalui dubur dan cocok untuk obat yang rusak akibat asam lambung. Contoh:
☆ suppositoria dan klisma sering digunakan untuk efek lokal, misalnya wasir
☆ salep yang dioleskan pada permukaan rektal
F. Transdermal
Melalui kulit berupa plester, obat menyerap secara perlahan dan kontiyu masuk ke dalam sistem peredaran darah langsung ke jantung. Umumnya dilakukan pada penderita gangguan jantung seperti angina pektoris bertahap selama 24 jam.
Selasa, 09 Januari 2018
Obat gastritis atau maag dan pencegahannya serta fungsi lain yang didaptakan darinya
Obat gastritis atau maag dan fungsi lainnya yang belum diketahui oleh khalayak umum.
Pasti kita semua sudah kenal dengan namanya maag yang biasa disebut dengan gastritis. Penyakit ini termasuk penyakit simtomatis yaitu penyakit yang hanya berupa gejala saja. Hal ini dapat terjadi karena sekresi atau produksi asam lambung yang berlebihan. Apabila hal ini berkelanjutan maka akan menyebabkan tukak lambung atau biasa yang disebut luka pada lambung. Dan dapat menguritasi bahkan melubangi lambung. Jika sudah terjadi pada tahap ini cara mengatasinya adalah dengan cara operasi.
1. Antasida
Obat ini bekerja dengan cara menetralkan asam lambung. Kandungan dari antasida biasanya alumunium hidroksida dan magnesium hidroksida yang bersifat basa. Sehingga asam lambung yang bersifat asam menjadi netral karena diberikan basa. Contoh obat golongan ini adalah promaag, milanta, antasida.
2. Penghambat reseptor h2
Obat golongan antihistamin ini bekerja dengan cara mencegah proses sekresi atau produksi asam lambung. Namum obat golongan ini sebaiknya diminum sesudah makan. Karena apabila asam lambung sudah berlebihan maka tidak akan berfungsi secara optimal. Contoh obat ini simetidin, ranitidin, famotidin.
3. Penghambat pompa proton
Obat golongan ini juga memiliki cara kerja seperti golongan reseptor h2 yaitu dengan mencegah sekresi asam lambung pada sel sel pariental. Contoh obat ini adalah omeprazol, lansoprazol.
4. Obat antimuskarinik selektif
Dalam dosis rendah, dapat menghambat sekresi asam lambung sehingga banyak digunakan dalam pengobatan tukak lambung. Contoh obat golongan ini adalah pirenzepin
5. Kelaton dan senyawa kompleks
Obat golongan ini akan membentuk senyawa kompleks yang memiliki fungsi melindungi tukak lambung sehingga tidak terkena asam lambung. Contoh obat golongan ini adalah sukralfat.
6. Obat analog prostaglandin
Obat ini berfungsi mencegah sekresi asam lambung. Contoh obat golongan ini adalah misoprostol.
Walaupun obat tersebut adalah obat untuk penyakit maag namun selain itu juga bisa digunakan untuk pencegahan efek samping obat terapi kanker. Seperti ranitidin yang mampu mencegah efek mual pada terapi kanker, namun ranitidin yang digunakan dalam bentuk sediaan injeksi bukan tablet sehingga lebih cepat diproses oleh tubuh.
Pasti kita semua sudah kenal dengan namanya maag yang biasa disebut dengan gastritis. Penyakit ini termasuk penyakit simtomatis yaitu penyakit yang hanya berupa gejala saja. Hal ini dapat terjadi karena sekresi atau produksi asam lambung yang berlebihan. Apabila hal ini berkelanjutan maka akan menyebabkan tukak lambung atau biasa yang disebut luka pada lambung. Dan dapat menguritasi bahkan melubangi lambung. Jika sudah terjadi pada tahap ini cara mengatasinya adalah dengan cara operasi.
1. Antasida
Obat ini bekerja dengan cara menetralkan asam lambung. Kandungan dari antasida biasanya alumunium hidroksida dan magnesium hidroksida yang bersifat basa. Sehingga asam lambung yang bersifat asam menjadi netral karena diberikan basa. Contoh obat golongan ini adalah promaag, milanta, antasida.
2. Penghambat reseptor h2
Obat golongan antihistamin ini bekerja dengan cara mencegah proses sekresi atau produksi asam lambung. Namum obat golongan ini sebaiknya diminum sesudah makan. Karena apabila asam lambung sudah berlebihan maka tidak akan berfungsi secara optimal. Contoh obat ini simetidin, ranitidin, famotidin.
3. Penghambat pompa proton
Obat golongan ini juga memiliki cara kerja seperti golongan reseptor h2 yaitu dengan mencegah sekresi asam lambung pada sel sel pariental. Contoh obat ini adalah omeprazol, lansoprazol.
4. Obat antimuskarinik selektif
Dalam dosis rendah, dapat menghambat sekresi asam lambung sehingga banyak digunakan dalam pengobatan tukak lambung. Contoh obat golongan ini adalah pirenzepin
5. Kelaton dan senyawa kompleks
Obat golongan ini akan membentuk senyawa kompleks yang memiliki fungsi melindungi tukak lambung sehingga tidak terkena asam lambung. Contoh obat golongan ini adalah sukralfat.
6. Obat analog prostaglandin
Obat ini berfungsi mencegah sekresi asam lambung. Contoh obat golongan ini adalah misoprostol.
Walaupun obat tersebut adalah obat untuk penyakit maag namun selain itu juga bisa digunakan untuk pencegahan efek samping obat terapi kanker. Seperti ranitidin yang mampu mencegah efek mual pada terapi kanker, namun ranitidin yang digunakan dalam bentuk sediaan injeksi bukan tablet sehingga lebih cepat diproses oleh tubuh.
Langganan:
Komentar (Atom)