Senin, 05 Februari 2018

cara memakai tetes mata yang benar

tips menggunakan tetes mata yang benar.


apabila kita ingin menggunakan alat medis ataupun obat sebaiknya kita mengerti bagaimana cara pemakaiannya agar tidak menimbulkan efek yang tidak diinginkan. berikut adalah cara menggunakan tetes mata yang benar :
1. cuci tangan dengan sabun.
2. berdiri atau duduklah didepan cermin.
3. buka tutup botol tyetes mata.
4. periksa ujung penetes untuk memastikan tidak patah atau pecah.
5. jangan menyentuh ujung penetes dengan apapun, usahakan tetap bersih.
6. posisikan kepala menengadah dan tarik kelopak mata bagian bawah ke bawah berbentuk cekungan.
7. pegang pbat tetes mata dengan ujung penetes dibawah sedekat mungkin dengan mata, tetapi tidak menyentuhnya.
8. perlahan lahan tekan botol tetes mata sehingga tetesan yang diinginkan dapat menetes dengan benar pada cekungan yang berbentuk dari kelopak mata bagian bawah.
9. tutuplah mata kurang lebih 2-3 menit.
10. bersihkan kelebihan cairan yang ada di mata.
11. ulangi untuik mata yang lain jika perlu.
12. tutuplah kembali obat mata tersebut, jangan mengusap atau mencuci ujung penetesnya.

DIABETES MELITUS

Diabetes Melitus

Penyakit yang mengganggu metabolisme yang disebabkan adanya kerusakan sekresi insulin. Diabetes dibagi menjadi 3 yaitu :

  1. Diabetes Melitus type 1, yaitu diabetes karena faktor keturunan. Biasanya terjadi kerusakan sel beta pangkreas.
  2. Diabetes Melitus type 2, yaitu diabetes yang disebabkan karena pola hidup yang tidak sehat. biasanya juga terjadi karena obesitas.
  3. Diabetes Gestasiol, yaitu diabetes ketika hamil, diabetes ini terjadi hanya pada waktu kehamilan saja. Apabila sudah melahirkan maka gula darahnya akan kembali seperti sebelum hamil.  
Diabetes ditandai dengan hasil cek guyla darah sebagai berikut ;
  • Ketika sewaktu waktu > 200 mg/dL
  • Ketika puasa > 126 mg/dL
  • Ketika 2 jam setelah makan > 200 mg/dL
Pengobatan diabetes :
  1. sulfonilurea, dengan cara merangsang produksi insulin. 
  2. biguarid, dengan cara meningkatkan sensitivitas insulin.
  3. thiazolidindion, dengan meningkatkan sensitivitas insulin di otot, hepar, dan jaringan lemak.
  4. alfa glukosidae, dengan cara mencegah pemecahan sukrosa dan karbohidrat oleh enzim alfa glukosidae di usus.


SEKIANNNNNNN.....