Rabu, 10 Januari 2018

Macam macam suntikan

Pasti anda sudah tidak asing lagi kan mendengar kata suntikan. Karena hal ini memanh sudah wajar terjadi bila anda periksa ke dokter, puskesmas, rumah sakit, ataupun klinik klinik lainnya.
Berikut adalah macam macan suntikan:
1. Subkutan/hipodermal  (s.c)
Penyuntikannya dibawah kulit dan menggunakan jarum berukuran 1,5 cm serta hanya digunakan untuk obat yang tidak merangsang dan larut, baik dalam air atau minyak. Namun efeknya akan lebih lama dibandingkan dengan i.m atau i.v, tapi juga mudah digunakan sendiri, seperti suntikan insulin.
2. Intramuskular (i.m)
Penyuntikan dilakukan dalam otot, adsorbsi obat berlangsung 10-30 menit untuk memperpanjang kerja obat, sering digunakan larutan atau suspensi didalam minyak. Biasanya disuntikkan di pantat dan lengan atas.
3. Intravena (i.v)
Penyuntikan dilakukan didalam pembuluh darah, efeknya paling cepat sekitar 18 detik, karena langsung dimasukkan kedalam aliran darah sehingga mengakibatkan reaksi hebat, seperti tekanan darah yang menurun secara dadakan. Infus intravena sering dilakukan dalam keadaan darurat di rumah sakit atau obat yang metabolisme atau sekresinya cepat guna mencapai kadar plasma tetap tinggi. Bahaya trombosit terjadi bila infus dilakukan terlalu sering pada satu tempat.
4. Intaarteri (i.a)
Penyuntikan kedalam pembuluh nadi dilakukan untuk membanjiri suatu organ, seperti penderita kanker hati.
5. Intracutan (i.c)
Penyuntikan dilakukan didalam kulit, adsorbsi sangat perlahan, misalnya tes tuberkulin dari mantauox.
6. Intalumbal
Penyuntikan dilakukan didalam ruas tulang belakan (sumsum tulang belakang), misalnya anestetik umum.
7. Intraperitonial
Penyuntikan didalam ruang selaput (rongga) perut.
8. Intrakardiak
Penyuntikan dilakukan didalam jantung
9. Intraleural
Penyuntika kedalam rongga pleura atau paru paru.
10. Intaartikuler
Penyuntikan kedalam celah celah sendi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar